
Setelah sebelumnya berada dalam peringkat 12 untuk kategori E (forrest, national park, natural reserves), kini Taman Nasional Komodo (Komodo National Park) yang menjadi wakil Indonesia dalam ajang “Tujuh Keajaiban Dunia” posisinya melorot satu tingkat ke urutan ke-13.Indonesia perlu usaha yang lebih keras lagi untuk bisa menempatkan wakilnya itu, paling tidak berada pada urutan ke-11. Untuk menjadi salah satu dari 77 unggulan, Taman Komodo minimal harus menempati urutan 11 di kategori itu.Meski akan menghadapi saingan yang berat, dan paling tidak harus bisa menaikkan dua tingkat lagi, bukan berarti Indonesia sudah tak punya harapan. Voting untuk menentukan 7 keajabian dunia masih akan berlangsung sebelum diputuskan pada bulan September 2009 nanti.Dari 261 kontestan yang dibagi 7 kategori akan diciutkan menjadi 77 kandidat teratas. Dari angka itu kemudian disaring lagi menjadi 21 kandidat atau tiga teratas masing-masing kategori. Selanjutnya akan dinilai oleh yayasan New7wonder Foundation untuk menjadi Tujuh Keajaiban Dunia terbaru.Untuk itu, warga Indonesia di mana pun berada: Jawa, Sunda, Batak, Madura, Melayu, Papua, dan lain-lainnya… mari kita bersama-sama mendukung Taman Nasional Komodo yang ada di Flores NTT untuk menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia.Jika wakil kita itu bisa masuk dalam “7 Keajaiban Dunia”, bukan hanya masyarakat NTT saja yang senang, tentunya seluruh warga Indonesia juga akan ikut bangga. Ketika Candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah gagal mempertahankan posisinya di “7 Keajaiban Dunia” pada 2007, tak hanya warga Jawa Tengah saja yang kecewa, tapi (hampir) seluruh warga Indonesia juga ikut bersedih. Makanya jangan sia-siakan kesempatan ini.Ingat, satu email hanya bisa digunakan untuk satu kali memilih untuk beberapa kategori. Sampaikan dukungan anda di sini
Sumber : http://usahaonline.net/


With just under a year to go before the start of Visit Batam Year 2010, a detailed calendar of events has been organised, new tourism literature has been produced and the logo for the Indonesian island’s first year-round tourism campaign is already widely recognised, said Raja Muchsin, director, Batam City Tourism and Cultural Office.Located 24km southeast of Singapore and due east of the larger Bintan Island, Batam attracted more than one million visitors in 2008.The top tourist generating countries were Singapore, Malaysia, Korea and Japan with 640 Australian arrivals last year ranking this country in 10th position, four notches down from the previous year.“Our target for Visit Batam Year 2010 is 1½ million arrivals including 1000 Australians,” said Muchsin. Raja Muchsin intends to lure more Australians to Batam through the gateway of SingaporeWith many events supported by the Batam Government, the Indonesian Ministry of Tourism and the private sector, the year-long tourism promotion begins with a regatta between Singapore and Batam’s Nongsa Point Marina on January 15.Traditional contests have been organised from March to December. A Malay art celebration will be held in April with a food festival set for June.During July special offers will be offered to entice Singaporeans and Malaysians to visit Batam.The Sea Eagle Boat Race will be staged in August. As well, between August – October a number of “religious fiestas” will be held. September is a double bill month with culture and music performances and a Chinese Festival. The Indian festival of Deepavali will be observed on the twice-the-size-of-Singapore island in October.November has four big events: the Archipelago Art Festival, an Asian Vegetarian Congress, a celebration of Malay Art and the Batam Marine Expo.Fireworks in December will mark the end of what’s expected to be a very successful tourism year, said Muchsin.
